apa seh yang bikin harga sebuah logo bisa puluhan/ratusan juta, bahkan miliaran rupiah...? Mungkin sedikit pengalamanku waktu bikin logo 1 Abad Muhammadiyah bisa dishare, buat nambah2 wawasan bareng. Logo event muktamar Muhammadiyah pada 2010 ini kebetulan bertepatan dengan umur organisasi Islam besar tersebut genap 100 tahun atau 1 abad. Berawal dari sebuah brief sederhana yg ditulis tangan, yang aku terima sekitar bulan Pebruari 2009.
Bahwa Muhammadiyah mau bikin hajatan besar pada 2010, yaitu muktamar ke 46, sekaligus peringatan 1 abad Muhammadiyah. Waktu itu briefnya adalah poster dan bukan logo, sehingga kami sempet agak bingung juga... karena contohnya poster muktamar ke-45 yang di Malang, ya logonya itu.
Kami dikasih waktu satu minggu buat bikin logo, konsep dan aplikasinya diberbagai media... plus penawaran harga yang diinginkan. Langkah pertama... googling, siapa seh yang bikin logo muktamar ke-45 sekalian berapa harganya? Maka ketemulah
desainernya, lengkap dengan hadiah yang dia terima... (itu harga 5 tahun yang lalu). OK!! mulailah badai otak (brainstorming), explorating... terus berkecamuk seiring dadline waktu yang ditentukan. Karena ini kerjaan freelance, ya dipikir sendiri, dialog dengan dirisendiri, akhirnya berdamai juga dengan diri sendiri... Muncullah ide, mengembangkan angka 46, dengan landmark Jogja (tempat acara muktamar) yang paling mudah ditemukenali.... Tugu!!!. Bikin 2 alternatif dengan warna dan bentuk yang berbeda, konsepnya lengkap, aplikasinya di berbagai media juga komplit... terakhir pengajuan harga.
Setelah menunggu keputusan beberapa hari... aku dihubungi panitia, suruh menemui salah seorang panitia, bagian logo. Kebetulan beliau dosen arsitektur Universitas Islam indonesia... Ustadz yang 'nyeniman', begitulah kesan pertama ketemu beliau. Berawal dari sinilah proses 'pengembaraan' sesungguhnya baru dimulai. Ada pertikaian antara idealisme dan keinginan klien, ini hal wajar bagi seorang desainer yang 'sok idealis' sepertiku. Ternyata landmark tugu Jogja hanya menggambarkan lokasi semata dan tidak ada 'ruh' Muhammadiyah di dalamnya. Lalu apa ciri khas Jogja selain tugu? Kraton, Pasar Ngasem, Kota Gede... Nah, ternyata cikal-bakal Muhammadiyah berawal dari Masjid Gede Kauman (Barat alun-alun utara). Masalahnya, bangunan masjid2 Jawa cenderung hampir sama, tanpa kubah danberatap Limasan. Apa yang membedakan Masjid Kauman Jogja dan Solo misalnya? Ambil kamera, motrat-motret masjid dari berbagai sudut, dan ketemulah diferensiasinya.... ada 'lengkung jam' di gerbang depan... Yes !!!!
Maka mulailah menggabungkan unsur Masjid Kauman dengan angka 46... ber-versi2, berwarna2... Tapi,... masih belum memuaskan klien, karena ternyata yang pengen dimunculkan bukan angka muktamar ke-46-nya tapi moment 100 tahun atawa 1 abad.... Banting stir!!! lupakan angka 46, konsentrasi pada 100 tahun... atau 1 abad.
Berpuluh alternatif logo, yang merupakan visualisasi dari tema "gerak melintasi zaman, dakwah dan tajdid, menuju peradaban utama" digabung dengan lambang Muhammadiyah, angka 1 abad dan landmark Masjid kauman, gak lupa kombinasi warnanya. Sampai di sini, petualangan belum berakhir, karena panitia menginginkan dalam logo/poster tersebut tergambar kesuksesan Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dll. Sampai pada suatu kesempatan, aku diminta presentasi dihadapan petinggi-petinggi Muhammadiyah, termasuk Bp. Din Syamsudin, Bp. Malik fajar, Bp. Haidar Nashir, dan bapak-bapak yang lain. Di sinilah idealisme seorang desainer grafis dipertaruhkan!
Inilah kesempatan bagiku buat mempresentasikan logo event, bedanya dengan poster. Karena sepanjang sejarah muktamar Muhammadiyah sampai yang ke-45, logo event ya posternya itu. Selain aku buat logo yang sesuai keinginan klien, meskipun agak2 rumit dan mendekati 'lambang' aku juga ajukan satu alternatif lagi yang versi 'desainer'. Maka kesepakat akhirnya win-win solution seperti yang sudah dilaunching di Stadion Mandala Krida 18 Juli lalu bersama jingle ciptaan Dwiki Darmawan. Alhamdulillah... meski tidak semua idealismeku terpenuhi, tapi itulah hasil terbaik. Dan aku bisa bernafas lega setelah dari brief di Pebruari hingga deal di bulan Juni.
Hikmah yang bisa diambil, inilah kehidupan desainer freelance! Dimana sering terjadi benturan-benturan antara idealisme vs realisme. Selamat jelang muktamar 1 abad Muhammadiyah! Semoga makin menancapkan semangat dakwah, dan makin menebarkan manfaat bagi bangsa tercinta ini... Amien.